Kamis, 24 Maret 2011

Teknik Dasar Analisa Mikrobiologi

TEKNIK DASAR ANALISA MIKROBIOLOGI

Ada beberapa teknik dasar di dalam analisa mikrobiologi yang harus diketahui, meliputi :
1. Teknik transfer aseptis
2. Agar Slants (Agar miring)
3. Turbiditas media broth (kekeruhan kaldu)
4. Teknik Dilusi (pengenceran)
5. Teknik Pour-Plate (lempeng tuang)
6. Teknik Spread Plate (lempeng sebar)
7. Teknik Streak Plate (lempeng gores)

1)- TEKNIK TRANSFER ASEPTIS
Teknik transfer aseptis adalah suatu metode atau teknik di dalam memindahkan atau mentransfer kultur bakteria dari satu tempat ke tempat lain secara aseptis agar tidak terjadi kontaminasi oleh mikroba lain ke dalam kultur. Teknik transfer aseptis ini sangat esensial dan kunci keberhasilan prosedur mikrobial yang harus diketahui oleh seorang yang hendak melakukan analisis mikrobiologi.
Ada beberapa aturan yang harus diketahui dan dipenuhi di dalam teknik transfer aseptis ini, sebagaimana terangkum dalam tabel di bawah :


Tabel 4 : Aturan Teknik Transfer Aseptis
Sebelum Pelaksanaan :
- Singkirkan semua barang yang tidak diperlukan dari meja dan ruang kerja
- Kenakan pakaian atau jas laboratorium yang bersih dan higinis sebelum masuk kedalam laboratorium


- Dianjurkan untuk mengenakan masker yang bersih dan higinis
- Kenakan penutup rambut yang bersih dan higinis
- Jangan sekali-kali meletakkan tabung dan peralatan laboratorium lainnya di luar laboratorium
Sebelum dan Setelah Pelaksanaan :
- Cuci tangan anda dengan bersih dan gunakan antiseptis
- Sanitasi dan desinfeksi ruang kerja (laboratorium dan sekitarnya) dengan desinfektan yang memadai, termasuk Laminar Air Flow dan Inkubator
- Sterilisasi semua alat dan bahan sebelum digunakan
Ketika Pelaksanaan Kultur :
- Jangan berbicara
- Bekerjalah di dekat api (pembakar bunsen) dan di dalam Laminar Air Flow
- Bukalah tabung atau cawan di atas api dan jauhkan dari hidung dan mulut anda
- Usahakan jangan meletakkan tutup (kapas penutup) tabung reaksi di atas lantai/alas meja atau laminar
- Miringkan tutup cawan petri yang akan dibuka sebagai penghalang antara kultur dengan mulut dan hidung anda
- Jangan buka tutup cawan petri terlalu lebar dan terlalu lama
- Bekerjalah dengan cepat
Setelah Pelaksanaan :
- Segera tutup semua tabung atau cawan yang masih terbuka
- Singkirkan segera semua peralatan atau bahan sisa yang sudah tidak digunakan lagi
- Bersihkan dan keringkan segera tumpahan-tumpahan media yang ada
- Sanitasi dan desinfeksi ulang ruang kerja (laboratorium anda)
- Lepas pakaian kerja dan jas laboratorium anda sebelum meninggalkan ruang kerja anda


Di dalam teknik transfer aseptis ada beberapa teknik yang perlu difahami, yaitu :
1) Inoculating (inokulasi) dengan jarum ose
2) Pipetting (mentransfer dengan pipet)
3) Alcohol Flamming (mentransfer dengan forsep yang dibakar dengan alkohol)
a) Inoculating dengan jarum ose

a) Bakar jarum ose dari bagian pangkal dalam terus hingga ke bagian lup (ujung) sampai berpijar merah.
b) Biarkan selama beberapa detik sampai pijar menghilang, kemudian segera ambil tabung reaksi yang berisi kultur bakteri, buka penutupnya dengan ketiga jari tengah, manis dan kelingking sedangkan jari telunjuk dan ibu jari memegang jarum ose.
c) Bakar bibir tabung reaksi dengan cara memutar tabung sehingga semua bagian bibir tabung terkena api.
d) Segera masukkan jarum ose ke dalam tabung reaksi, lalu segera keluarkan. Usahakan ketika memasukkan jarum ose jangan sampai menyentuh dinding tabung dan lakukan di dekat pembakar bunsen.
e) Bakar kembali bibir tabung reaksi dan segera tutup. Ingat, jarum ose jangan dibakar kembali karena akan membunuh bakteri yang akan diinokulasikan.
f) Ambil tabung reaksi lainnya yang akan diinokulasi, buka tutupnya dengan cara yang sama dengan cara (b) dan bakar bibirnya dengan cara yang sama dengan cara©
g) Segera masukkan jarum ose ke dalam tabung tadi sebagaimana cara (d).
h) Bakar bibir tabung reaksi dan tutup sebagaimana cara©.
i) Bakar kembali jarum ose sebagaimana cara (a).
j) Lakukan kembali dengan cara yang sama apabila diperlukan dilusi atau pengenceran.
b) Pipetting
a) Ambil pipet yang telah steril, buka pembungkusnya dan pasang katup karetnya.
b) Bakar ujungnya dibakar atas bunsen selama beberapa detik. Jangan terlalu lama karena dapat merusak ujung pipet.
c) Ambil tabung reaksi yang berisi kultur bakteri, buka penutupnya dengan kedua jari manis dan kelingking sedangkan jari telunjuk, jari tengah dan ibu jari memegang pipet.
e) Segera masukkan pipet ke dalam tabung reaksi, tekan katup karet penghisap tombol [S] (lihat gambar di bawah) lalu segera keluarkan. Usahakan ketika memasukkan pipe t jangan sampai menyentuh dinding tabung dan lakukan di dekat pembakar bunsen.
f) Bakar kembali bibir tabung reaksi dan segera tutup.
g) Ambil tabung reaksi lainnya yang akan diinokulasi, buka tutupnya dengan cara yang sama dengan cara (b) dan bakar bibirnya dengan cara yang sama dengan cara©.
h) Segera masukkan pipet ke dalam tabung tadi, kemudian keluarkan cairan yang telah diinokulasi dari pipet dengan menekan tombol [E].
i) Bakar bibir tabung reaksi dan tutup sebagaimana cara©.
j) Pindahkan pipet dan ganti dengan pipet baru apabila akan melakukan pipetting kembali.
k) Lakukan kembali dengan cara yang sama apabila diperlukan dilusi atau pengenceran.
c) Alcohol Flamming
Biasanya digunakan untuk meletakkan kertas cakram atau instrumen lain ke dalam cawan petri yang berisi media.
a) Ambil forsep, celupkan ujungnya ke dalam alkohol, lalu segera bakar ujungnya di atas bunsen selama beberapa detik secara mendatar. Ingat, jangan miring sebagaimana gambar di bawah.
b) Ambil kertas cakram steril atau instrumen lainnya dengan forsep tadi.
c) Ambil tabung reaksi yang berisi zat antimikrobial, celupkan kertas cakram tadi ke dalam cairan di dalam tabung reaksi.
d) Ambil cawan petri yang telah berisi biakan bakteri di dalam agar, buka penutupnya dengan cara memiringkan beberapa derajat hingga hanya pada satu sisi bagian saja yang terbuka. Ingat jangan terlalu lebar membukanya atau me mbuka seluruh tutupnya dari cawan.
f) Segera masukkan kertas cakram steril atau instrumen lainnya dengan forsep secara hati-hati agar tidak merusak permukaan agar. Lakukan di dekat pembakar bunsen.
g) Segera tutup dan bakar kembali bibir cawan.
h) Lakukan kembali dengan cara yang sama apabila diperlukan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar